Fungsi Tari Gendong Sebagai Ritual Tolak Bala Pada Masyarakat Suku AKIT Di Desa Kembung Baru Kabupaten Bengkalis
Keywords:
Fungsi, Tari Gendong, Ritual Tolak Bala, Suku Akit.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi Tari Gendong sebagai ritual tolak bala dan sarana hiburan pada masyarakat Suku Akit di Desa Kembung Baru, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Gendong memiliki fungsi utama sebagai upacara dan ritual tolak bala, yaitu sebagai bentuk permohonan kepada leluhur agar masyarakat memperoleh perlindungan, dijauhkan dari mara bahaya, serta terhindar dari pengaruh roh-roh jahat. Selain fungsi ritual, Tari Gendong juga memiliki fungsi sebagai media komunikasi spiritual, sarana memperkuat solidaritas masyarakat, pelestarian tradisi dan identitas budaya, serta bagian dari kegiatan sosial masyarakat. Seiring perkembangan zaman, Tari Gendong mengalami perubahan dan perluasan fungsi menjadi sarana hiburan serta media untuk memperkenalkan kebudayaan Suku Akit kepada masyarakat luas. Dengan demikian, Tari Gendong memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai ritual tolak bala dan sebagai sarana hiburan, yang sekaligus berperan dalam mempertahankan nilai kepercayaan, adat istiadat, dan identitas budaya masyarakat Suku Akit.
Downloads
References
Anggraeny Syarif, R. (2019). Fungsi Tari Paolle Pada Ritual Burangga Di Desa Bonto Cinde Dusun Parigi Kecamatan Bissapu Kabupaten Bantaeng. Universitas Negeri Makassar.
Citra, D., Isjoni, I., & Bunari, B. (2018). Tradisi Tari Gendong Pada Masyarakat Suku Asli Anak Rawa Kampung Penyengat Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 5(1), 289–298.
Dartiningsih, B. E. (2016). Gambaran Umum Lokasi, Subjek, Dan Objek Penelitian. Buku Pendamping Bimbingan Skripsi, 129, 135.
Depalina, S., Nur, K., & Wahyuni, A. (2021). Wawasan seni tari bagi calon pendidik anak usia dini. JURNAL TILA (Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal), 1(1), 40–56.
Ediyono, S., & Widodo, S. T. (2019). Memahami makna seni dalam pencak silat. Panggung, 29(3).
Fadila, A. S. (2016). Tari Gendong dalam Upacara Tolak Bala Pada Masyarakat Penyengat Sungai Apit Kabupaten Siak Riau. Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Firdiyani, N. R., Bisri, M. H., Lestari, W., & Pebrianti, S. I. (2025). Fungsi tari Barongan dalam upacara Ruwatan di kabupaten Kudus. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 23(1), 36–43.
Ga’a, S. O., Sulaiman, H., & Wati, F. (2024). Ritual Adat Ka Nggua Sebagai Wujud Pelestarian Kearifan Lokal Masyarakat di Kampung Reda Desa Woropapa Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 9(1), 119–129.
Hadi, Y. S. (2007). Kajian tari: Teks dan konteks. Pustaka book publisher.
Haedar, M. A. (2016). Pergeseran Pemaknaan Ritual ‘ Merti Dusunâ€TM; Studi Atas Ritual Warga Dusun Celengan, Tuntang, Semarang. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 13(1), 1–24.
Hasbullah, H. (2018). Kehidupan Keberagamaan Masyarakat Suku Akit di Desa Sonde Kabupaten Kepulauan Meranti. Sosial Budaya, 15(1), 1–10.
Herawati, A. (2023). Perubahan sosial masyarakat di masa new normal (analisis menggunakan perspektif sosiologi Talcott Parsons). Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 286–292.
Janice, A. (2014). studi tentang pelaksanaan tugas dan fungsi badan Pemberdayaan masyarakat desa (bpmd) dalam Pembangunan desa di desa tanjung lapang Kecamatan malinau barat kabupaten malinau. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(3), 2015.
Jazuli. (2001). Metode Penelitian Kualitatif.
Kayam, U. (1981). Seni, tradisi, masyarakat. (No Title).
Khumairoh, A. Z. (2020). Strategi Mempertahankan Budaya Lokal Di Era Globalisasi. Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budayadialektika, Sosial Dan Budaya, 1, 1–6.
La Ode Muhammad Sardin, S. P. (2026). SOSIAL BUDAYA. Sosial Budaya: Konsep, Dinamika Dan Perubahan Masyarakat, 47.
Lasmini, W. L. O. H. (2022). Upaya Mengembangkan Kemampuan Bina Diri Anak Autism Spectrum Disorder Melalui Metode Applied Behavior Analysis Di SLB Insan Madani Metro Tahun Ajaran 2021/2022. Universitas Muhammadiyah Metro.
Lestari, F. I., & Rosaliza, M. (2019). Makna Simbolik Tari Gendong Suku Akit Bengkalis. Jurnal Ilmu Budaya, 16(1), 63–84.
Malik, A. (2014). Fungsi komunikasi antara guru dan siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan (studi kasus proses belajar mengajar pada SMP Negeri 3 Sindue). INTERAKSI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 168–173.
Negara, B. A. (2018). Fungsi Tari Ancak dalam Upacara Ritual Muang Jong bagi Masyarakat Suku Sawang di Kabupaten Belitung. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Pratiwi, A. S., Respati, R., & Giyartini, R. (2020). Tari Egrang Batok di sekolah dasar. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(3), 257–266.
Putri, M. L. E., Narawati, T., & Budiman, A. (2021). Fungsi Tari Malam Tabur Di Sanggar Kemuning Belinyu. Ringkang: Kajian Seni Tari Dan Pendidikan Seni Tari, 1(1), 17–26.
Ramdhani, D. D. (2015). Fungsi Tari Wura Bongi Monca Dalam Masyarakat Bima. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Restika, D., Syai, A., & Nurlaili, N. (2016). Bentuk Penyajian Tari Langkir Dehwer di Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue. Syiah Kuala University.
Riskinta, N. S., Tohri, A., & Markarma, M. R. (2026). Festival Ngejot Sebagai Arena Rekonstruksi Identitas Budaya Masyarakat Sasak. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 5(1), 121–144.
Roji, M., Istiandini, W., & Ismunandar, I. (n.d.). Fungsi Tari Sabek’n Apa’k Sebagai Ritual Dalam Upacara Nyoben Suku Dayak Bina’eh Kabupaten Bengkayang. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 8(2).
Sa’adah, L. (2021). Metode penelitian ekonomi dan bisnis. Lppm Universitas Kh. A. Wahab Hasbullah.
Septiani, R. A. D., & Wardhana, D. (2022). Implementasi program literasi membaca 15 menit sebelum belajar sebagai upaya dalam meningkatkan minat membaca. Jurnal Perseda: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(2), 130–137.
Sepu, B., Hoban, N., & Kusi, J. (2022). FUNGSI RITUS GEWU DALAM TATA BERLADANG TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DESA TENDAKINDE KECAMATAN WOLOWAE KABUPATEN NAGEKEO. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 7(2), 155–175.
Setiawan, A. (2014). Strategi Pembelajaran Tari Anak Usia Dini. Jurnal Pedagogi, 1(1), 1–16.
Shabrina, N., Darmadi, D., & Sari, R. (2020). Pengaruh Motivasi dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Muslim Galeri Indonesia. Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Humaniora, 3(2), 164–173.
Sintiani, S., Junita, A., & Meutia, T. (2023). Analisis Pencegahan Fraud Di Jurnal Indonesia Yang Terbit Pada Tahun 2020. Muqaddimah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Dan Bisnis, 1(1), 190–200.
Soedarsono, P. D. R. M. (2002). Seni Pertunukan Indonesia Di Era Globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Sugiyono. (2015). metode penelitian pendidikan Pendekatan kuantitatif,kualitatif,dan R&D. ALFABETA, cv.
Sujarweni. (2014). Metodologi penelitian : Lengkap, praktis, dan mudah dipahami.
Suparman, S., Herdiana, B., & Nuruahmad, M. (2024). Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi Dengan Menggunkaan Media Gambar Pada Siswa Kelas VII SMP NegrI II Walenrang. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Dan Sastra, 1(2), 102–108.
Suryani, N. (2016). Ritual Pengobatan Turun Jin di Desa Rimba Melintang Kecamatan Rimba Melintang kabupaten Rokan Hilir. Koba: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari Dan Musik, 3(1), 11.
Syahrani, A., & Istiandini, W. (n.d.). Fungsi Ritual Tari Nopeng Dalam Upacara Adat Notokng Suku dayak kanayakn Kecamatan Sengah Temilak Kabupaten Landak Kalimantan barat. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 7(9).
WAFIA, L. Z. K. (2022). SINDIRAN DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA SINIAR (PODCAST) DEDY CORBUZIER BULAN FEBRUARI TAHUN 2022. INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI.
Widaty, C. (2021). Ritual Babarasih Banua Sebagai Upacara Tolak Bala Bagi Masyarakat Kumai. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 11(2), 113–122.
Wulan Astiti, S. (2019). Fungsi Tari Balian Bawo Dalam Upacara Nyirinyiau Pada Masyarakat Dayak Lawangan Di Kabupaten Barito Timur. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Yuwita, N. (2025). Ritual Mandi Suci Petirtaan Jolotundo Perspektif Coordinated Management Of Meaning (Cmm). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 2(3), 288–303.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Neri mila andeswana (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










