Dampak Utang Luar Negeri dan Keterbukaan Perdagangan terhadap Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Tahun 1990-2025: Pendekatan ARDL
Keywords:
Utang Luar Negeri, Keterbukaan Perdagangan, Nilai Tukar, ARDL, IndonesiaAbstract
Stabilitas nilai tukar merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi harga domestik, aktivitas perdagangan, serta beban kewajiban eksternal. Dalam konteks Indonesia, peningkatan utang luar negeri dan keterbukaan perdagangan dapat memengaruhi dinamika nilai tukar melalui perubahan kebutuhan valuta asing dan transaksi eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh utang luar negeri dan keterbukaan perdagangan terhadap nilai tukar Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan Indonesia periode 1990-2025 yang bersumber dari World Development Indicators. Variabel dependen adalah nilai tukar resmi, sedangkan variabel independen terdiri atas utang luar negeri dan keterbukaan perdagangan. Analisis dilakukan menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengidentifikasi dinamika jangka pendek dan menguji keberadaan hubungan jangka panjang melalui Bounds Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel bersifat terintegrasi pada tingkat pertama atau I(1) dan model terbaik adalah ARDL(1,1,0). Utang luar negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar dalam jangka pendek, sedangkan keterbukaan perdagangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil Bounds Test belum memberikan bukti yang cukup untuk mengonfirmasi adanya hubungan jangka panjang antarvariabel. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan utang luar negeri lebih terlihat dalam dinamika jangka pendek nilai tukar. Implikasinya, pengelolaan utang dan kebijakan valuta asing perlu dilakukan secara hati-hati untuk menjaga stabilitas eksternal Indonesia.
Downloads
References
Afriana, W., Damanhuri, D. S., Taryono, T., & Amanah, S. (2025). Currency risk and debt maturity: Their effects on the resilience of Indonesia’s foreign exchange reserves. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 14(2). https://doi.org/10.15408/sjie.v14i2.46526
Cahyadin, M., & Ratwianingsih, L. (2020). External debt, exchange rate, and unemployment in selected ASEAN countries. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 21(1), 16–36. https://doi.org/10.18196/jesp.21.1.5029
Calderón, C., & Kubota, M. (2018). Does higher openness cause more real exchange rate volatility? Journal of International Economics, 110, 176–204. https://doi.org/10.1016/j.jinteco.2017.08.002
Dawood, M., Feng, Z. R., Ilyas, M., & Abbas, G. (2024). External debt, transmission channels, and economic growth: Evidence of debt overhang and crowding-out effect. SAGE Open. https://doi.org/10.1177/21582440241263626
Kacaribu, F., Sabrina, S., & Hasan, T. M. R. (2021). Does the service trade openness mitigate real exchange rate volatility? Bulletin of Monetary Economics and Banking, 24(2), 237–254. https://doi.org/10.21098/bemp.v24i2.1168
Kurniasih, C. E., & Tampubolon, D. (2022). Pengaruh inflasi domestik dan utang luar negeri terhadap nilai tukar rupiah. Ecoplan, 5(1). https://doi.org/10.20527/ecoplan.v5i1.378
Kurniawan, M. L. A., Trianto, C., & Suripto, S. (2024). Analysis of oil price, trade openness and business cycle on exchange rate in Indonesia. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 25(2), 307–321. https://doi.org/10.18196/jesp.v25i2.24620
Nazamuddin, B. S., Wahyuni, S. S., Fakhruddin, F., & Fitriyani, F. (2024). The nexus between foreign exchange and external debt in Indonesia: Evidence from linear and nonlinear ARDL approaches. Journal of the Asia Pacific Economy, 29(2), 810–836. https://doi.org/10.1080/13547860.2022.2054153
Pesaran, M. H., Shin, Y., & Smith, R. J. (2001). Bounds testing approaches to the analysis of level relationships. Journal of Applied Econometrics, 16(3), 289–326. https://doi.org/10.1002/jae.616
Suripto, S., Athfal, A. A., Kurniawan, M. L. A., & Salim, A. (2025). Structural cointegration of exchange rate, gross domestic product, and external debt in Indonesia: An analysis of macroeconomic stability with the ARDL–ECM approach. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 20(2), 271–294. https://doi.org/10.24269/ekuilibrium.v20i2.2025.pp271-294
Taylor, A. M., & Taylor, M. P. (2004). The purchasing power parity debate. Journal of Economic Perspectives, 18(4), 135–158. https://doi.org/10.1257/0895330042632744
Vo, H. L., & Vo, D. H. (2023). The purchasing power parity and exchange-rate economics half a century on. Journal of Economic Surveys, 37(2), 446–479. https://doi.org/10.1111/joes.12504
Wijaya, I. N. A., & Purwanti, P. A. P. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar dollar Amerika Serikat di Indonesia. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 10(5), 1774–1800.
Yusoff, M. B., & Febrina, I. (2014). Trade openness, real exchange rate, gross domestic investment and growth in Indonesia. Global Business Review, 15(1), 121–132. https://doi.org/10.1177/0973801013506398
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lukman Hakim, Ifan Maulana (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










