Mekanisme dan Tanggung Jawab Ganti Rugi (Dhaman) Bagi Nasabah Wanprestasi Dalam Perbankan Syari’ah
Keywords:
Ganti rugi, kepastian hukum, wanprestasiAbstract
Perbankan Syar’ah beroperasi dengan menerapkan prinsip-prinsip hukum islam yang menekankan keadilan dan keseimbangan dalam setiap transaksinya Pembiayaan pada perbankan syari’ah masih didominasi prinsip jual beli dengan akad murabahah yang diketahui minim resiko, namun, kemungkinan gagal bayar atau wanprestasi tetap ada atau sulit dihindari. Dalam hukum Islam, salah satu isu penting dalam perbankan syari’ah adalah mekanisme dhaman (ganti rugi) bagi nasabah yang mengalami wanprestasi. akad. Artikel ini menganalisis mekanisme dan tanggungjawab ganti rugi (dhaman) bagi nasabah wanprestasi dalam perbankan syari’ah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data kepustakaan dengan menggunakan konsep maqashid sharia. Hasil dari artikel ini menyatakan bahwa bank memiliki hak untuk memberikan sanksi kepada nasabah jika terbukti mampu untuk membayar namun masih memiliki tunggakan atas pembayaran angsuran yang telah disepakati dalam kontrak. Maka, sanksi yang dapat diberikan bank kepada nasabah adalah berupa denda (ta’zir) atau ganti rugi (dhaman). Terkait ketentuan mengenai ganti rugi telah diatur dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional MUI Nomor: 43/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Ganti Rugi (dhaman).
Downloads
References
Ayu, D., Arzam, A., & Witro, D. (2022). Klasifikasi Akad Tabarru’: Implementasi Akad Qardh Atas Take Over Di Bank Syariah Indonesia. Asy Syar’iyyah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Perbankan Islam, 7(1), 31–51. Https://Doi.Org/10.32923/Asy.V7i1.2278
Ghoni, A. (N.D.). Implementasi Penyelesaian Hukum Atas Eksekusi Jaminan Dalam Perbankan Syariah.
Husna, A. N. (2025). Analisis Pemikiran Muhamad Tentang Efisiensi Harga Murabahah Di Perbankan Syari’ah. Jiose: Journal Of Indonesian Sharia Economics, 4(1), 95–108. Https://Doi.Org/10.35878/Jiose.V4i1.1596
Maula, I., & Zaki, M. (2024). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Ganti Kerugian Immateriil Dalam Sengketa Ekonomi Syariah. Indonesian Journal Of Sharia Economic Law (Ijselaw), 1(1). Https://Ejournal.Radenintan.Ac.Id/Index.Php/Ijselaw/Article/View/23043
Munif, N. A. (N.D.). Analisis Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia.
Nurjamil, R. S. (2024). Implementasi Kaidah Al-Kharaj Bi-Addhaman Dalam Pembiayaan Sindikasi Syariah Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah: Implementation Of Al-Kharaj Bi-Addhaman Rules In Sharia Syndicated Financing In The Perspective Of Sharia Economic Law. Res Nullius Law Journal, 6(1), 41–59. Https://Doi.Org/10.34010/Rnlj.V6i1.11676
Prawira, I. A. (2022). Kompensasi Ganti Rugi Bunga Dalam Perspektif Hukum Islam. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 11(1), 21–44. Https://Doi.Org/10.14421/Sh.V11i1.2632
Sahdan, S. (2026). Pelajaran Dari Q.S Al Baqarah Ayat 275: Akad Wadiah Yad Dhamanah Dalam Perbankan Syariah Di Indonesia. Jahe: Jurnal Ayat Dan Hadits Ekonomi, 4(5), 47–54.
Sholeh, B., Rohmadi, & Prajawati, M. I. (2024). Analisis Pembiayaan Ijarah Muntahiya Bittamlik Pada Lembaga Keuangan Syari’ah Di Indonesia: Studi Nvivo Dan Literatur Review. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking And Finance, 7(1), 263–274. Https://Doi.Org/10.25299/Jtb.2024.Vol7(1).16645
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ifah Nur Saidah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










