Konsep Al-Mann dalam QS. Al-Hujurat Ayat 17: Analisis Komparatif Penafsiran Mufasir Klasik dan Kontemporer
Keywords:
al-mann; QS. Al-Hujurāt ayat 17; tafsir muqāran; al-Ṭabarī; al-Rāzī; al-Marāghī; Ibnu ‘Āsyūr.Abstract
Konsep al-mann merupakan salah satu nilai etika dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan larangan mengungkit-ungkit kebaikan atau merasa berjasa atas nikmat yang diberikan kepada orang lain. QS. Al-Hujurāt ayat 17 secara khusus menegaskan bahwa keimanan bukanlah jasa manusia kepada Allah maupun Rasul-Nya, melainkan karunia Allah yang wajib disyukuri. Meskipun demikian, para mufasir dari berbagai periode memiliki penekanan yang berbeda dalam menjelaskan konsep tersebut sesuai dengan corak dan metodologi tafsir yang mereka gunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep al-mann dalam QS. Al-Hujurāt ayat 17, membandingkan penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, serta menjelaskan relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir muqāran (komparatif). Data primer diperoleh dari Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī, Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Tafsīr al-Marāghī, dan al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibnu ‘Āsyūr, sedangkan data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui pendekatan semantik dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-mann secara etimologis bermakna pemberian nikmat, tetapi dalam konteks QS. Al-Hujurāt ayat 17 dipahami sebagai sikap mengungkit kebaikan atau merasa berjasa atas keimanan yang pada hakikatnya merupakan hidayah Allah. Keempat mufasir memiliki kesamaan dalam memaknai al-mann sebagai sikap tercela, namun berbeda dalam penekanan metodologis. Al-Ṭabarī menekankan aspek riwayat,, al-Rāzī mengembangkan analisis teologis dan rasional, al-Marāghī menyoroti dimensi moral dan sosial, sedangkan Ibnu ‘Āsyūr memadukan analisis kebahasaan dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsep al-mann tetap relevan sebagai landasan etika Islam dalam membangun keikhlasan, kerendahan hati, dan hubungan sosial yang harmonis di tengah dinamika masyarakat modern.
Downloads
References
Al-Asfahani, A.-R. (n.d.). Mufradāt alfāẓ al-Qur'ān. Dār al-Qalam.
Al-Farmawi, A. H. (1996). Metode tafsir mawdhu'i: Suatu pengantar (S. A. Jamrah, Trans.). RajaGrafindo Persada. (Karya asli diterbitkan sebagai Al-Bidāyah fī al-Tafsīr al-Mawḍū‘ī)
Al-Ghazali, A. H. (n.d.). Iḥyā’ ‘ulūm al-dīn (Vol. 3). Dār al-Ma‘rifah.
Al-Maraghi, A. M. (1993). Terjemahan Tafsir al-Maraghi (A. Rosyidi & E. Sudrajat, Eds.). CV. Toha Putra.
Al-Qaṭṭan, M. K. (2000). Mabāḥith fī ‘ulūm al-Qur'ān. Mu’assasah al-Risalah.
Al-Razi, F. al-D. (1981). Mafātīḥ al-ghayb (Vol. 28). Dār al-Fikr.
Al-Tabari, M. ibn J. (2001). Jāmi‘ al-bayān ‘an ta’wīl āyi al-Qur'ān (Vol. 22). Mu’assasah al-Risalah.
Al-Zuhaili, W. (1991). Al-tafsīr al-munīr fī al-‘aqīdah wa al-syarī‘ah wa al-manhaj (Vol. 13). Dār al-Fikr.
As'ad Nahdly, & Fahman, A. A. (2025). Studi komparatif metode tafsir Al-Qur'an klasik dan modern. JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication, 6(2), 13.
Asfar, K. (2022). Metodologi Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Muhammad Tahir Ibnu ‘Asyur. Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir, 1(3), 55–67.
Al-Dhahabi, M. H. (2000). Al-tafsīr wa al-mufassirūn (Vol. 1). Maktabah Wahbah.
Federspiel, H. M. (1996). Kajian Al-Qur'an di Indonesia: Dari Mahmud Yunus hingga Quraish Shihab (T. Arifin, Trans.). Mizan.
Ibn Faris, A. ibn Z. (1969). Mu‘jam maqāyīs al-lughah (A. al-S. M. Harun, Ed.; 2nd ed., Vol. 6). Sharikat Maktabat wa Matba‘at Mustafa al-Babi al-Halabi wa Awladih.
Ibn Manzur. (n.d.). Lisān al-‘Arab. Dār Ṣādir.
Ibnu ‘Asyur, M. T. (n.d.). Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr.
Indriani, M. A. (2024). Larangan flexing dan media sosial dalam perspektif hadis. Jurnal Cakrawala Akademika, 1(3).
Izzan, A. (2011). Metodologi ilmu tafsir. Tafakur.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahnya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Mustaqim, A. (2014). Dinamika sejarah tafsir Al-Qur'an. Adab Press.
Parlina, I., Abdussalam, A., & Hidayat, T. (2021). Analisis metode Tafsir al-Marāghī. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 3(2), 225–249.
Riksanda, A., Ridha, F., & Salsabila, N. (2026). Keragaman, keadilan dan batas: Wacana multikulturalisme dalam analisis komparatif tafsir klasik dan kontemporer. Al-Ma'lumat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 4(1), 21–22.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 13). Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2013). Kaidah tafsir. Lentera Hati.
Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Qarinah, Nurjannah, Nasrullah, Deby Cahya, Abdul Rahman Sakka, Muhammad Yusuf (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










