Merawat Identitas Pendidikan, Budaya, dan Iman Kristen

Authors

  • Elsa Manuela Hanyati Marisan Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Author

Keywords:

Christian Identity, Christian Education, Culture and Tradition

Abstract

Self-identity in the Christian faith is crucial to the life of every believer because the world is constantly changing. Understanding the culture and traditions of each ethnic group is crucial. A strong Christian identity is not anti-cultural, but transcends it through a Gospel-centered education. This is a result of the conflict between globalization and secularism that has caused an identity crisis in the current generation of Christians

Downloads

Download data is not yet available.

References

Y. K. G. Yusak and T. Salurante, “Membangun Integritas Keimanan dalam Pendidikan Agama Kristen di Era Pluralistis dan Sekularisme: Studi Strategi Berbasis Alkitab,” Didache J. Teol. dan Pendidik. Kristen, vol. 6, no. 2, pp. 165–184, 2025, doi: 10.55076/didache.v6i2.393.

J. E. Nendissa, S. Farneyanan, R. D. P. Sampepadang, F. M. Rares, and H. J. E. Senduk, “Teologi Minahasa dalam Perspektif Kontekstual: Integrasi Nilai Budaya Lokal dan Keimanan Kristen,” J. Socius J. Sociol. Res. Educ., vol. 12, no. 1, pp. 52–63, 2025, doi: 10.24036/scs.v12i1.776.

K. D. Lumbantobing and R. J. Siagian, “Tantangan dan Peluang Gereja Dalam Pembentukan Karakter di Era Modern,” EDULEAD J. Christ. Educ. Leadersh., vol. 6, no. 2, pp. 194–206, 2026, doi: 10.47530/edulead.v6i2.295.

Indri Putri Purnama Harefa, Emilia Worihana, and Sandra R. Tapilaha, “Pendekatan Praktis-Teologis Dalam Fondasi Pendidikan Kristiani,” Coram Mundo J. Teol. dan Pendidik. Agama Kristen, vol. 6, no. 1, pp. 133–141, 2024, doi: 10.55606/corammundo.v6i1.290.

M. Sitanggang Purnama, “Menghadapi Ajaran Sesat di Era Digital: Perspektif TeologiKristen dan Strategi Pendidikan Iman untuk MenghadapiKonsekuensi Digitalisasi,” Epigr. J. Teol. dan Pelayanan Kristiani, vol. 8, no. 1, pp. 1–10, 2024.

N. R. Asbanu and D. S. Luji, “Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Budaya Damai dan Resolusi Konflik di Kalangan Remaja,” Sabar J. Pendidik. Agama Kristen dan Katolik, vol. 2, no. 3, pp. 53–62, 2025.

F. Keriapy, “Pendidikan Kristiani Transformatif Berbasis Multikultural dalam Konteks Indonesia,” Regula Fidei J. Pendidik. Agama Kristen, vol. 5, no. 2, pp. 82–93, 2020, [Online]. Available: http://christianeducation.id/e-journal/index.php/regulafidei/article/view/55

Santi Verawati Purba, A. S. P. Putih, Delima Sidabutar, and Damayanti Nababan, “Pentingnya Pendidikan Agama Kristen Bagi Orang Dewasa,” J. Pendidik. Sos. dan Hum., vol. 1, no. 4, pp. 97–109, 2022, doi: 10.35931/pediaqu.v1i4.34.

Yanti Secilia Giri, “Model Pendidikan Agama Kristen Kontekstual Berbasis Teologi Naratif,” Pietas J. Stud. Agama dan Lintas Budaya, vol. 2, no. 2, pp. 123–136, 2025, doi: 10.62282/pj.v2i2.123-136.

R. R. Boehlke, Sejarah perkembangan pikiran dan praktek pendidikan agama Kristen: Dari Yohanes Amos Comenius hingga berkembangan PAK di Indonesia, vol. 2. BPK Gunung Mulia, 1997.

N. I. Boiliu, “Misi Pendidikan Agama Kristen Dan Problem Moralitas Anak,” REGULA FIDEI J. Pendidik. Agama Kristen, vol. 1, pp. 115–140, 2016, [Online]. Available: https://core.ac.uk/download/pdf/231089083.pdf

Downloads

Published

2026-06-14

How to Cite

Merawat Identitas Pendidikan, Budaya, dan Iman Kristen. (2026). RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 335-340. https://journal.lenteramulia.org/index.php/rumi/article/view/165