Prinsip Hak Asasi Manusia dalam Penegakan Hukum Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak

Authors

  • Muhammad Ferry Maulana Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Amalia Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Muhammad Wildan Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Mayang Kharisma Neng Tyas Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Yusna Zaidah Pascasarjana, UIN Antasari Banjarmasin Author

Keywords:

Human Rights, Sexual Violence, UU TPKS

Abstract

Sexual violence against women and children constitutes a serious human rights violation that continues to rise in Indonesia. This study aims to examine the implementation of human rights principles in the evidentiary system for sexual violence cases under Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes (UU TPKS), and to analyze victim recovery regulations through restitution and rehabilitation mechanisms along with their implementation challenges. This research employs a normative-juridical method with a prescriptive-analytical approach through library research on primary, secondary, and tertiary legal materials. The study finds that UU TPKS integrates human rights principles into the evidentiary system through Article 25(1), which recognizes victim testimony as valid evidence when accompanied by one additional piece of evidence and judicial conviction. This reform corrects a structurally biased evidentiary system and aligns with state obligations under CEDAW and the Maastricht Guidelines. UU TPKS also regulates victim recovery through Articles 30-33 and 67-75, yet implementation remains suboptimal due to weak legal structure and legal culture among law enforcement officers. The study concludes that issuing operational implementing regulations and targeted socialization of UU TPKS to law enforcement officers are two urgent steps that must be taken immediately.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Legislasi. (2021). Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Hairi, P. J., & Latifah, M. (2023). Implementasi undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Jurnal Negara Hukum, 14(2), 163–180.

Hakim, R. L., & Darmadi, A. N. O. Y. (2025). Implementasi dan Relevansi Hak Asasi Manusia dalam Penegakan Hukum serta Tantangan Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Perempuan dan Anak di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10).

MacKinnon, C. A. (1989). Toward a feminist theory of the state. Harvard University Press.

Munti, R. B. (2023). The Voice: Sejumlah Polisi Tolak Gunakan UU TPKS, Tantangan Berat Penanganan Korban. Konde. com, 6.

Nova, E., & Elda, E. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dari Kekerasan Seksual: Suatu Kajian Yuridis Empiris Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Sumatera Barat. Unes Journal of Swara Justisia, 7(4), im[imp.

Nurisman, E. (2022). Risalah tantangan penegakan hukum tindak pidana kekerasan seksual pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 170–196.

Sari, A. N. P., Widijowati, D., & Rahmat, D. (2026). PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI TEMPAT UMUM BERDASARKAN UU N0. 12 TAHUN 2022. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(03 Maret), 1383–1396.

Sosia, A. I. (2025). Analisis yuridis terhadap perlindungan korban kekerasan seksual dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Dan Hukum, 2(2), 25–30.

Swardhyana, G., & Irawan, A. (2022). Evidence in sexual violence crime cases. International Journal of Educational Research & Social Sciences, 3(5), 1943–1950.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. , (2022).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik). , (2005).

Downloads

Published

2026-06-14

How to Cite

Prinsip Hak Asasi Manusia dalam Penegakan Hukum Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak. (2026). RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 368-374. https://journal.lenteramulia.org/index.php/rumi/article/view/174