Makna Praktik Meditasi sebagai Sarana Penguatan Kesehatan Mental Remaja Buddhis melalui Kegiatan Amedha di Vihara Dharma Rajasa Tolitoli

Authors

  • Pirno tolitoli Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Fakultas Pendidikan dan Dharma, Institut Nalanda Jakarta Author
  • Lauw Acep Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Fakultas Pendidikan dan Dharma, Institut Nalanda Jakarta Author

Keywords:

meditasi, kesehatan mental, remaja buddhis, amedha

Abstract

Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam perkembangan kehidupan modern, terutama pada era digital yang ditandai dengan meningkatnya tekanan sosial, emosional, dan penggunaan media sosial. Remaja Buddhis juga menghadapi berbagai tantangan psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna praktik meditasi sebagai sarana penguatan kesehatan mental remaja Buddhis melalui kegiatan AMEDHA (Attahasila, Meditasi, dan Dhammadesana) di Vihara Dharma Rajasa Tolitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas 30 remaja Buddhis tingkat SD, SMP, dan SMA yang mengikuti kegiatan AMEDHA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik meditasi memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental remaja, seperti meningkatnya ketenangan batin, kemampuan mengendalikan emosi, pengurangan stres dan kecemasan, serta meningkatnya konsentrasi belajar. Selain itu, meditasi juga membantu remaja membangun disiplin diri, pengendalian perilaku, dan kedekatan spiritual terhadap ajaran Buddha. Meskipun terdapat berbagai tantangan selama proses meditasi, seperti rasa bosan, gelisah, dan kesulitan berkonsentrasi, para peserta mampu beradaptasi secara bertahap melalui latihan yang berkelanjutan. Dengan demikian, praktik meditasi melalui kegiatan AMEDHA dapat menjadi sarana efektif dalam penguatan kesehatan mental remaja Buddhis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, D., & Surya, J. (2024). Meta-analisis praktik meditasi untuk kesehatan mental. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidisciplinary, 2(1).

Dwinijanti, & Japaries. (2021). Efektivitas meditasi Buddhis terhadap penurunan depresi remaja. Jurnal Pendidikan Keagamaan Buddha, 5(2), 45–56.

Lestari, A., dkk. (2022). Systematic literature review dalam penelitian pendidikan. Jurnal Metodologi Penelitian, 4(1), 10–20.

Nyanasuryanadi, dkk. (2023). Meditasi dan kesehatan mental remaja pada era digital. Jurnal Psikologi dan Spiritualitas, 6(1), 15–28.

Ridlo, A. (2020). Pengaruh meditasi terhadap kesejahteraan psikologis individu. Jurnal Psikologi Keagamaan, 3(2), 33–40.

Surya, E., dkk. (2020). Pengaruh mindfulness terhadap kesehatan mental remaja. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 7(1), 21–30.

Triandini, E., dkk. (2019). Metode systematic literature review untuk identifikasi platform dan metode pengembangan sistem informasi di Indonesia. Jurnal Sistem Informasi, 1(2), 63–77.

Trikusuma, dkk. (2021). Praktik meditasi mindfulness dalam meningkatkan stabilitas emosional remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(1), 50–61.

Wirawan, & Suryani. (2022). Krisis kesehatan mental remaja di era digital. Jurnal Psikologi Sosial, 5(1), 12–22.

World Health Organization. (2023). Mental health of adolescents. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Makna Praktik Meditasi sebagai Sarana Penguatan Kesehatan Mental Remaja Buddhis melalui Kegiatan Amedha di Vihara Dharma Rajasa Tolitoli. (2026). RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 581-585. https://journal.lenteramulia.org/index.php/rumi/article/view/222